
Ichiban Sushi: Menu Teppanyaki Unik (Terpopuler)
- Alan Parker
- 0
- Posted on
Ichiban Sushi adalah salah satu jaringan restoran masakan Jepang paling populer disamping Sushi Tei yang juga ada di Indonesia. Meskipun asalnya bukan asli Indonesia.
Kendati saat ini telah banyak gerai makanan Jepang dimana-mana, bahkan di lokasi kuliner pinggir jalan sekalipun, otensisitas restoran sushi khas Jepang selalu beda, pokoknya beda deh.
Nah, itulah yang akan kami ulasa dalam artikel yang satu ini. Apa aja sih menariknya resto sushi yang satu ini?
Sejarah Ichiban Sushi
Jaringan restoran makanan cepat saji khas Jepang ini bukan berasal dari Jepang lho, justru awalnya pertama kali berdiri di Singapura, sama seperti Sushi Tei.
Kami juga menyediakan sendiri tulisan khusus yang mengulasnya, baca ulasan kami di artikel Sushi Tei.
Uniknya lagi, ternyata resto sushi yang satu ini telah ada di Jakarta sejak tahun 1995. Gerai pertamanya berdiri di Food Court Plaza Senayan.
Nama Ichiban Sushi sendiri berasal dari kata Jepang ichiban yang berarti ‘nomor satu’. Jadi, visinya saja sudah ada di merknya, menjadi sushi nomor satu.
Kini, di Indonesia sudah terdapat total 75 outlet resto sushi ini dengan konsep full-service. Sebelum tahun 2000, resto ini sebenarnya menggunakan konsep self-service.
Bedanya, tentu saja dengan full-service kami tinggal memesan dan menunggu makanan datang, sedangkan self-service berarti kamu mesti membawa pesananmu sendiri.
Menu Ichiban Sushi

Tentu saja menunya sushi. Namun seperti biasa, masakan Jepang yang paling laris di Indonesia ya ramen. Nah, berikut ini kami rangkumkan list menu dari resto Jepang ini.
- Salmon Salad
- Ebi Tempura
- Grilled Salmon Head Teriyaki
- Gyoza Fried/Steamed
- Volcano Roll
- Dragon Tiger Roll
- Salmon Kani Mayo Roll
- Salmon Sashimi
- Beef Teppanyaki
- Spicy Ramen
- Beef Hot Plate Ramen
- Chicken Curry Katsu Donburi
Buat kamu yang tidak familiar dengan berbagai istilah masakan Jepang di atas, kami jelaskan beberapa ya.
Gyoza adalah semacam pangsit yang umumnya berisi daging cincang atau daging giling bersama dengan sayuran.
Sementara segala istilah masakan dengan kata ‘roll’ menunjukkan bahwa makanan tersebut disajikan dengan cara digulung, seperti sushi pada umumnya, baik menggunakan nori atau tidak.
Donburi yang juga sering diucap dengan nada domburi mengacu pada kata bowl atau mangkuk. Jadi, segala menu donburi umumnya berupa rice bowl dengan lauk tertentu diatasnya.
Sedangkan teppanyaki lebih merujuk pada cara memasak. Bahan makanannya bisa apapun saja, cara masaknya menggunakan plat besi (teppan) yang lebar. Tebalnya kira-kira 0,3 – 1,5 cm.
Sayangnya, saat kami cek di laman MUI, Ichiban Sushi belum terdaftar memiliki sertifikat halal, sehingga kamu mungkin perlu mengkonfirmasi pada bagian kasir atau manajer resto sebelum memesan menu.
Maskot Lucu Beruang Kutub

Menariknya lagi, meskipun masakan sushi yang serba ikan, maskot Ichiban Sushi justru berupa binatang beruang putih atau beruang kutub bernama Ichikuma. Gambarnya seperti di atas.
Beruang kutub (polar bear) memang telah menjadi semacam legenda yang sakral di Jepang, apalagi di daerah Jepang utara yang sangat depat dengan Rusia, misalnya kawasan Hokkaido.
Ada yang bilang kalau sudah tidak ada lagi polar bear di Jepang yang hidup secara liar, ada pula yang masih mempercayai bahwa beruang putih masih kerap terlihat di hutan.
Sehingga keberadaan beruang yang satu ini memang sangat dihargai dan masyarakat dihimbau untuk tidak mengganggu habitat beruang putih ini.
Ichikuma diperkenalkan kepada publik sejak tahun 2015, digambarkan sebagai polar bear yang suka makan ikan salmon. Lucu kan?
Nah, kalau kamu ingin mencoba beragam menu lain khas Amerika dan Italita, baca dulu ulasan kami tentang 31 menu KFC dan 19 menu pizza hut dari seluruh dunia.