
Solaria: Resto Lokal Halal (Murah dan Banyak Pilihan)
- Alan Parker
- 0
- Posted on
Solaria menjadi pilihan yang cukup masuk akal buat para wisatawan lokal saat lapar di bandara. Alasannya dua: konsep restoran yang modern, menu makanan lokal, dan murah, tentu saja.
Meskipun demikian, kalau kamu belum tau, resto ini tentu tidak memulai gerai pertamanya di kawasan kuliner dalam bandar udara.
Brand restoran yang satu ini juga sempat diterpa isu terkait kehalalan produk makanan yang diperdagangkannya. Nah, bagaimana sih cerita lengkapnya? Menunya apa aja?
Sejarah Solaria
Buat kalian yang pernah ikut seminar dengan pembicara pendiri resto ini Aliuyanto, salah satu cerita yang paling kali menarik adalah ketika dia keluar dari perusahaan setelah bekerja 5 tahun, lantas mendirikan resto.
Aliuyanto ini adalah lulusan FE UGM tahun 1985, ia memulai bisnis resto pada tahin 1991. Menurutnya dulu hasil kerja 5 tahun di perusahaan juga tidak cukup untuk menjadi modal bisnis.
Kini, setelah lebih dari 20 tahun, resto yang awalnya hanya mempekerjakan 4 karyawan itu sudah tersebar di 31 provinsi, 55 kota besar, dan lebih dari 200 resto.
Kebanyakan orang akan mendapat sumber bahwa resto ini berdiri tahun 1995. Memang brand ini mulai dikenal pada tahun itu, namun sebenarnya telah dimulai sejak 1991.
Uniknya, seluruh cabang Solaria dimiliki sepenuhnya oleh si pemilik, Aliuyanto
Gerai pertama ada di ruko Lippo Cikarang, Tangerang. Tiga tahun selanjutnya, resto ini telah mendirikan 9 gerai lainnya.
Pada waktu kerusuhan, terjadi masalah yang menyebabkan 6 gerai resto ini terbakar dan akhirnya ditutup. Namun, 10 tahun setelah peristiwa itu, gerainya berkembang cepat hingga 130 lokasi kedai.
Itu artinya: tiap tahun resto ini membuka kira-kira 10 gerai baru. Menakjubkan bukan?
Isu Haram dan Tidak Higienis
Pada tahun 2013, Solaria sempat diterpa isu halal haram, banyak informasi berkembang bahwa restoran ini tidak atau belum memiliki sertifikat halal dari MUI.
Lebih dari itu, secara detil masalah ini berasal dari isu bahwa dalam masakannya digunakan angciu (arak merah) dan minyak babi.
Selain isu haram tersebut, belakangan muncul juga isu lain yang semakin memperburuk citra resto ini. Misalnya berita bahwa resto ini tidak higienis, pelanggan sakit perut setelah makan disini.
Kemudian isu bahwa karyawan resto tidak ramah, tidak mengizinkan pelanggan meminjam gelas tambahan.
Untuk menangani isu ini, manajemen PT Solaria melakukan beragam cara sejak 2013 hingga 2015, misalnya press conference dan event masak dengan Farah Queen, juara master chef junior, dan komisi fatwa MUI.
Sementara itu, ada juga tukar voucher makan bekerjasama dengan telkomsel poin, dan SolariaQuiz yang diselenggarakan di akun media sosial jaringan resto ini.
Ragam cara menangkal isu tersebut juga disiarkan di media televisi RCTI dan media online voa-islam.com. Selain itu, dibuatlah logo baru Solaria sebagai salah satu cara re-branding produk.
Cara ini terbukti berhasil apalagi ditunjang dengan bukti bahwa resto ini sebenarnya memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh MUI.
Puluhan sertifikat halal untuk masing-masing resto Solaria atas nama produsen CV Cahaya Solaria dan CV Nusa Prima Pangan masih berlaku setidaknya hingga Juni 2020.
Bagaimana? Jadi nggak ragu lagi kan kalau mau makan di resto ini?
Menu Solaria Indonesia
Hal menarik lainnya, sebenarnya tidak ada menu yang terlalu eksklusif atau wow di resto ini, hanya masakanan sehari-hari saja. Salah satu yang paling laris tentu saja nasi goreng.
Selain ada di bandara, resto ini juga membuka gerainya di pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Indonesia. Segmennya menyasar kelas menengah ke bawah, ada di berbagai lokasi strategis.
Meskipun harga dan menu yang disajikan biasa saja, konsep murah dan tata ruang resto yang modern, minimalis, dan berkelas sangat melekat di hati para pelanggan.
Nah, berikut inilah beberapa menu yang paling baru:
- Mie Ayam Spesial Pedas
- Nasi Ayam Teriyaki
- Ifumie: mie digoreng kering, disiram kuah berisi sayuran dan bakso
- Nasi Goreng Tom Yum Ayam
- Nasi Goreng Spesial
- Bakmi Ayam
- Mie Ayam Jamur Bakso
- Nasi Goreng Ayam
- Nasi Capcay
- Ayam Goreng Rica-rica
Tentu aja selain beberapa menu di atas, ada lebih banyak lagi menu yang disajikan di resto ini. Selalu mengedepankan inovasi kok, jadi akan selalu ada menu baru.
Kalau menu sarapan favorit kamu apa? Baca dulu deh menu sarapan pagi dari berbagai belahan dunia yang kami ulas panjang lebar tinggi.
Selain telah terintegrasi dengan GoJek dalam layanan GoFood dan GoPay, resto ini juga bekerjasama dengan OVO sebagai salah satu metode transaksi cashless.
Nah, kalau kamu bosan dengan segala menu lokal, baca ulasan kami tentang menu ayam internasional di artikel menu KFC. E tapi ada juga lho menu eropa resep lokal, coba dulu wagyu di Waroeng Steak & Shake, baca deh.