
Yoshinoya: Resto Cepat Saji Tertua Di Dunia (+36 Menu Asli Jepang)
- Alan Parker
- 0
- Posted on
Yoshinoya merupakan salah satu restoran yang menyajikan masakan khas Jepang sekaligus memang berasal asli dari Jepang.
Resto Yoshinoya ini sedang populer dalam beberapa waktu terakhir, selain mulai banyak outletnya, konsep dan dekorasi tempat makan ini juga tidak main-main dan terasa sangat totalitas.
Salah satunya dengan melukis dinding dengan wall art yang sangat besar dan khas suasana Jepang. Coba deh kunjungi dulu salah satu outletnya, kamu bakal kagum dengan desainnya.
Daftar Isi Artikel
Sejarah Yoshinoya

Jaringan resto makanan cepat saji ini memulai penjualannya pertama kali pada tahun 1899 di Tokyo. Uniknya, sejak saat itu menu utamanya memang rice bowl (gyudon).
Foundernya bernama Eikichi Matsuda, yang berasal dari kota Yoshino, Osaka. Itulah asal mula nama resto ini.
Huruf kanji yoshi (luck – keberuntungan), no (field – halaman / lapangan), dan ya (rumah) dikatakan sebagai makna nama resto ini.
Di Jepang, resto dengan menu rice bowl ini juga seringkali disebut yoshigyu, kependekan dari yoshinoya gyudon.
Rice bowl yang kini sedang viral-viralnya karena menu yang simpel dan sangat diminati para milenial telah disajikan di kedai ini pada saat itu dengan irisan daging sapi, bawang bombay, dan saus manis.
Pada tahun 1994, sebenarnya telah ada resto ini di Jakarta, namun harus tutup karena krisis keuangan Indonesia pada tahun 1997-1998.
Resto khas rice bowl ini mulai muncul kembali di Indonesia pada tahun 2010 di Grand Indonesia. Hanya dalam waktu 3 tahun, jaringan fast food ini telah memiliki 19 outlet resmi tahun 2013.
Saat ini telah ada total 30 restoran yang beroperasi di 16 kota besar di Indonesia.
Yoshinoya dan Menu di Indonesia


Secara lengkap, menu resto dapat kamu lihat pada gambar di bawah, resmi langsung dari laman cabang resto Indonesia.
Menariknya, ini ternyata telah tersedia di 16 kota dengan outlet terbanyak di Jakarta (19), Surabaya (7), dan Bandung (4). Slogan andalannya:
100% US Beef, enak, murah, cepat

Kalau kamu memesan menu di resto ini, siap-siap bingung untuk memilih satu diantara 36 menu yang ada, atau kamu bisa pesan aja semuanya, coba semua menu satu-satu.
Tentu saja menu andalan dan standarnya berupa rice bowl:
- Beef bowl: ada original (asin) dan yakiniku (manis)
- Varian: shrimp bowl, chicken bowl
- Side dish: crispy chicken, karaage, egg roll, shumai, ebi fry, shrimp culet
- Topping: egg mayo, red hot chili, creamy, crispy spinach
Selain itu, salah satu branding yang paling sering ditekankan di yoshinoya adalah daging sapi asli Amerika. Branding itu pulalah yang membuat resto ini terasa premium.
Kok nggak ada bento, katanya dari Jepang? Speciality-nya beda bung, kalau mau nyoba bento terlengkap ya ke Hoka Hoka Bento, ada 97+ menu HokBen yang dijamin pas buat lidah Indonesia.
Menu Luar Indonesia

Tentu saja menu yang disajikan di Indonesia terasa ‘biasa saja’ karena hanya berupa daging sapi, ayam, atau udang. Padahal di yoshinoya Amerika, ada 20 jenis gyudon yang disajikan di resto ini.
Namun, sebenarnya menu inti resto ini di outlet luar negeri sangat variatif.
Tentu saja ada gyudon (beef bowl), lalu ada pula butadon (pork bowl), dan yang paling menarik gyunabedon. Hah? Aneh amat kaya nama monster di ultraman.
Jadi, gyunabedon adalah rice bowl dengan lauk daging sapi, tahu, dan sayuran. Menu unik lainnya hanya ada pada musim tertentu, unadon (eel bowl).
Barangkali menu unadon inilah yang mesti kamu coba. Belut khas jepang yang berukuran besar dan kaya daging, dipanggang dengan bumbu khas Jepang. Oishi!
Yoshinoya dan Fakta Uniknya
Awalnya butadon tidak disajikan di resto ini. Akan tetapi, tahun 2003-2005 terjadi pelarangan impor daging sapi dari Amerika karena wabah mad cow.
Nah, bukannya mencari pemasok daging sapi dari negara lain, resto ini justru memutuskan untuk memperkenalkan menu baru, butadon. Cara ini efektif, bahkan sangat berhasil.
Jadilah butadon menu utamanya. Malahan ketika wabah mad cow sudah tidak ada lagi, resto ini agak enggan untuk menyajikan gyudon lagi.
Namun pada tahun 2006 akhirnya gyudon disajikan kembali hanya pada jam tertentu – tidak 24 jam seperti waktu operasional restoran ini.
Nah, kalau kamu tertarik dengan ragam masakan cepat saji lainnya, cicipi pula 31 menu KFC, 19 menu pizza hut, dan 11 menu starbucks.
Fakta unik lainnya, di Jepang ternyata yoshinoya kurang populer di kalangan perempuan. Mayoritas pelanggannya adalah laki-laki pekerja yang memang mencari menu makan murah (270 yen / $3). Harga tersebut terhitung sangat murah dengan fasilitas menu daging sapi.
Hal menarik lainnya, cabang yoshinoya pertama di Jepang yang berada di sebuah pasar ikan di Tokyo selalu ramai pembeli dengan antrian yang panjang mengular.
Kedai pertama ini juga memasang semacam jaminan mutu atau ‘janji’ dan komitmen tentang pelayanannya. Seperti tampak pada gambar di atas. Kurang lebih artinya demikian:
“Dalam upaya memuaskan para pekerja pasar ikan, kami belajar bahwa tujuan kami adalah menyediakan mangkuk daging sapi yang cepat, lezat, dan murah.
Rasa Yoshinoya, yang dicintai pertama kali di Jepang dan sekarang di seluruh dunia, berasal dari pertimbangan yang cermat dari setiap aspek dalam memproduksi makanan pelanggan kami, dari bahan yang kami gunakan hingga cara kami memasaknya.
Ini adalah rasa yang, sungguh, lahir di tempat ini.”
Bagaimana? Sudah mulai ngiler pengen yoshinoya? Langsung beli lah ke kedainya sekarang.
Nah, kalau kamu tertarik dengan ragam masakan cepat saji lainnya, cicipi pula 31 menu KFC, dan ragam varian menu Geprek Bensu.